JAKARTA – Kunjungan mahasiswa Universitas Trilogi ke Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian pada Rabu (1/7) ini menantang para calon ilmuwan muda tersebut agar materi yang mereka pelajari di kampus tidak sekadar berakhir menjadi draf skripsi, melainkan bisa dikembangkan dan menjadi inovasi yang dilegalkan melalui regulasi yang tepat.
Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Varietas Tanaman, Abiyadun, menegaskan komitmen pusat PVTPP terhadap keterbukaan informasi dan integritas layanan dalam melayani ekosistem pertanian, termasuk kalangan akademisi. "Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi institusi pendidikan untuk memahami tata kelola varietas tanaman. Seluruh proses di PVTPP yang berjalan terinfokan melalui kanal komunikasi kita seperti PVTPP On Talks, kanal podcast milik Pusat PVTPP" ujar Abiyadun.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai aspek hukum dalam pengelolaan varietas tanaman yang disampaikan oleh Ketua Tim Layanan Hukum, Erna Setyo Budi. Aspek legalitas ini dinilai krusial agar para mahasiswa sejak dini memahami hak, kewajiban, serta perlindungan hukum yang melekat pada setiap karya intelektual di bidang pertanian.
Melanjutkan aspek legalitas tersebut, alur teknisnya dibedah secara mendalam oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Perlindungan Varietas Tanaman, Nina Agusti. Nina menjelaskan bahwa para pemulia muda harus memahami tiga pilar layanan inti di PVTPP, yaitu Pendaftaran, Pelepasan, hingga Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).
"Pendaftaran berfungsi untuk tanda pengenal varietas seperti KTP, sedangkan Pelepasan menjadi pintu masuk agar benih bisa diedarkan secara komersial luas, dan untuk Perlindungan hadir sebagai instrumen hak eksklusif atas kepemilikan paten varietas yang diciptakan oleh pemulia" ucapnya.
Kegiatan berlanjut menjadi ruang diskusi yang interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Para mahasiswa Universitas Trilogi memanfaatkan momentum ini secara aktif untuk menggali prosedur teknis serta tantangan nyata penataan varietas di lapangan. Melalui sinergi akademis yang segar ini, Pusat PVTPP berharap kunjungan ini mampu memicu lahirnya para teknopreneur muda baru yang siap membawa varietas unggul hasil riset ke sektor industri pertanian nasional.
Dilihat 12 kali
Ikuti terus informasi terbaru
Supaya selalu up-to-date!