PPVTPP

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian

Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Publikasi

Percepat Swasembada, PVTPP Dorong Sukabumi Tuntaskan Capaian LTT

Guest

PPVTPP

20 Nov 2025 20:15 WIB
Cover
Pusat PVTPP

SUKABUMI - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Petanian (Pusat PVTPP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada kesempatan sebelumya mengatakan bahwa capaian produksi melalui luas tambah tanam dan juga program jangka panjang lainya harus terus bergerak guna mempercepat capaian swasembada.

“Semua harus bergerak agar apa yang menjadi visi Bapak Presiden bisa kita realisasikan dalam waktu cepat,” katanya.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan Ali Jamil dalam rapat koordinasi percepatan luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Ali Jamil, seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brogade Pangan. “Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali Jamil, Kamis, 20 November 2025.

Ali Jamil mengatakan bahwa berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83 persen dan ekspor pertanian melonjak 42,19 persen.

Ia mengatakan apabila mengacu pada proyeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton. Namun Ali Jamil menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua berpuas diri.

“Keberlanjutan produksi adalah tugas kita bersama. Kita harus menjaga, merawat, dan terus menerus memperluas capaian. Swasembada harus kita capai dalam waktu dekat sesuai arahan Presiden,” katanya.

Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan program LTT untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Langkah nyata tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap capaian kinerja Kementerian Pertanian secara nasional, khususnya dalam percepatan swasembada beras.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan LTT. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong percepatan capaian swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Leli menambahkan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama akan terus menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Kami berkomitmen memperkuat program yang telah dicanangkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin menegaskan bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, di bawah kepemimpinan Bupati, menempatkan pariwisata dan agroindustri sebagai sektor prioritas yang dinilai mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pak Bupati berkomitmen memajukan Sukabumi melalui sektor agroindustri dan pertanian dalam arti luas. Salah satunya dengan mewujudkan swasemabda pangan,” katanya.

Aep menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dari sisi geografis dan luas wilayah. Sebagai salah satu daerah terluas di Jawa-Bali, Sukabumi memiliki karakter alam yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.

“Sukabumi dikenal dengan istilah Gurillapss karena bentang geografisnya yang luar bisa. Ini menjadi modal kuat dalam mengembangkan sektor agroindustri,” katanya.

Selain potensi alam, kekuatan lain terletak pada tingginya partisipasi petani. Hingga saat ini, Sukabumi memiliki lebih dari 4.000 kelompok tani aktif yang menjadi ujung tombak pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Aep juga menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga, baik pemerintah pusat maupun daerah, telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan produksi padi Kabupaten Sukabumi.

“Kabupaten Sulabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi padi terbesar nomor satu di Jawa Barat,” jelasnya.

Dilihat 103 kali


Hubungi Kami

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian

  • Kantor Pusat Kementerian Pertanian
    Gd B Lantai 5
    Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
    Jakarta Selatan

Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu)

  • Kantor Pusat Kementerian Pertanian
    Gd B Lantai Dasar
    Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
    Jakarta Selatan

WhatsApp Center

Link Terkait

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Indonesia National Single Window

Online Single Submission

PPID

LAPOR