Jakarta – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian menyerahkan tanda daftar terhadap 24 varietas lokal asal Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (4/2), di Kantor Pusat PVTPP, Jakarta. Dari jumlah tersebut, 14 varietas merupakan varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi cuaca kering, sehingga memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Penguatan varietas lokal sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam menghadapi ancaman krisis pangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi menegaskan bahwa pemerintah mendorong dua langkah utama, yakni pemantapan kapasitas produksi tanaman pangan lokal serta diversifikasi produksi dan konsumsi pangan berbasis komoditas lokal, sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam konteks yang lebih luas, pemerintah juga menaruh perhatian pada hilirisasi komoditas berbasis sumber daya lokal. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya hilirisasi komoditas lokal, termasuk kemenyan, agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan ekonomi masyarakat.
Menindaklanjuti arah kebijakan tersebut Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati menegaskan bahwa pengelolaan varietas lokal perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Pengembangan varietas lokal tidak berhenti pada pendaftaran. Perlu pengembangan dan pembinaan agar adanya hilirisasi dari varietas lokal tersebut sehingga dapat menjadi nilai tambah ekonomi bagi petani kita,” ujar Leli.
Ia menambahkan bahwa pendaftaran varietas merupakan bentuk pengakuan negara sekaligus dasar hukum bagi pengelolaan dan pemanfaatan varietas lokal secara terarah. Melalui mekanisme tersebut, varietas lokal tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung sistem pertanian nasional.
Sementara itu, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan arah dan persepsi dalam pengembangan pertanian daerah.
“Kami hadir di sini agar memiliki persepsi yang sama dalam pengembangan pertanian ke depan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki komoditas unggulan berbasis varietas lokal yang bernilai strategis.
“Kemenyan yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan ini merupakan yang paling terbaik di dunia,” katanya.
Pusat PVTPP menilai bahwa sinergi antara kebijakan nasional dan komitmen pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan varietas lokal tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan. Melalui pendaftaran varietas, penguatan pembinaan, serta dorongan hilirisasi, varietas lokal diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dilihat 52 kali
Ikuti terus informasi terbaru
Supaya selalu up-to-date!