Jakarta — Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) menyelenggarakan Forum Konsultasi PVT perdana tahun 2026 pada 21–22 Januari 2026 bertempat di Kantor Pusat PVTPP, Ragunan, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Komisi PVT, Tim Pemeriksa PVT, serta para pemohon yang varietas tanamannya dibahas, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan transparansi dalam proses perlindungan varietas tanaman.
Agenda utama Forum Konsultasi PVT difokuskan pada rapat persiapan Uji BUSS (Baru, Unik, Seragam, dan Stabil) terhadap 17 varietas tanaman yang telah berakhir masa pengumumannya. Varietas tersebut terdiri atas 1 varietas kacang panjang, 13 varietas jagung, 1 varietas buncis, 1 varietas stroberi, dan 1 varietas bluberi. Selain itu, forum ini juga membahas laporan perkembangan pelaksanaan Uji BUSS yang sedang berjalan serta pengenalan database Uji BUSS sebagai salah satu inovasi Pusat PVTPP dalam mendukung efektivitas dan ketelusuran kegiatan pemeriksaan substantif.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kelompok Substansi PVT sepanjang tahun 2025 yang berhasil mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,86, melampaui target 3,55. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya kompleksitas dan volume layanan PVT yang harus ditangani.
Lebih lanjut, Leli menekankan bahwa permohonan Hak PVT menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Kondisi ini mencerminkan semakin bergairahnya kegiatan pemuliaan dan perakitan varietas unggul baru, sekaligus meningkatnya kesadaran pemulia, lembaga riset, dan pelaku usaha perbenihan terhadap pentingnya perlindungan hukum atas inovasi varietas tanaman. Peningkatan permohonan tersebut juga menjadi indikator sehatnya iklim persaingan di industri perbenihan nasional, yang menuntut sistem pemeriksaan PVT semakin andal, objektif, dan berbasis data.
Sebagai respons atas dinamika tersebut, Pusat PVTPP terus melakukan penguatan sistem, antara lain melalui pengembangan database Uji BUSS yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, konsistensi, serta kualitas pengambilan keputusan dalam pemeriksaan substantif. Selain itu, Pusat PVTPP juga telah mengajukan usulan revisi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pemangku kepentingan. “Kami berharap usulan ini dapat masuk dalam agenda Propalegtan Tahun 2026” ujar Leli.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi PVT, Prof. Sobir, mengapresiasi kinerja Pusat PVTPP beserta Tim Pemeriksa dan Anggota Komisi PVT yang mampu menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya jumlah permohonan. Ia menegaskan bahwa Komisi PVT siap mendukung penuh berbagai inisiatif Pusat PVTPP, khususnya dalam penguatan pemeriksaan substantif, pelaksanaan Uji BUSS, dan pemanfaatan inovasi berbasis data untuk menjawab tantangan peningkatan permohonan Hak PVT.
Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi PVT ini, Pusat PVTPP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perlindungan varietas tanaman yang profesional, transparan, dan responsif, seiring dengan tumbuhnya inovasi dan kompetisi yang sehat di sektor perbenihan.
Dilihat 205 kali
Ikuti terus informasi terbaru
Supaya selalu up-to-date!