Gunungkidul — Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) terus memperkuat layanan publik di bidang pengelolaan varietas sekaligus mendekatkan informasi kepada pelaku perbenihan. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan Pusat PVTPP dalam Jogja Benih Expo #2 yang digelar pada 26–28 Agustus 2026 di Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Pertanian (BPPPMB-TP), Unit Gading, Playen, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.
Mengusung tema “Penguatan Industri Benih Berbasis Inovasi Teknologi untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Gizi”, Jogja Benih Expo #2 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, pelaku usaha perbenihan, akademisi, penangkar benih, kelompok tani, serta masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pusat PVTPP tidak sekadar menghadirkan booth informasi, tetapi menerapkan pendekatan layanan jemput bola melalui coaching clinic tiga layanan utama, yakni Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), Pendaftaran Varietas, dan Pelepasan Varietas.
Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi serta konsultasi teknis secara langsung mengenai mekanisme pengelolaan varietas. Kehadiran Pusat PVTPP juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan jejaring dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha perbenihan, penangkar, kelompok tani, dan masyarakat umum.
Booth Pusat PVTPP dirancang dengan konsep modern, terbuka, dan informatif dengan mengangkat tema “Varietas Unggul, Terlindungi, dan Terdaftar untuk Memperkuat Industri Benih Nasional.”
Pengunjung dapat memperoleh informasi melalui service wall yang menampilkan tiga layanan pengelolaan varietas, berkonsultasi langsung pada area coaching clinic, serta melihat berbagai informasi dan display varietas unggul melalui Pojok Varietas. Booth juga menyediakan brosur, leaflet, sampel benih, produk varietas unggul berupa buah melon, serta QR Code untuk mengakses materi layanan digital.
Selain konsultasi, interaksi dengan pengunjung dikemas melalui mini talk, kuis layanan interaktif, Info Guide, dan konsultasi teknis lanjutan. Konsep tersebut dirancang agar informasi mengenai pengelolaan varietas dapat disampaikan secara lebih komunikatif sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Antusiasme pengunjung terhadap layanan Pusat PVTPP terbilang tinggi. Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat 329 responden mengisi daftar hadir sekaligus survei kepuasan digital. Jumlah interaksi langsung di lapangan bahkan disebut lebih tinggi karena sebagian pengunjung memilih berkonsultasi secara lisan tanpa mengisi daftar hadir.
Para responden berasal dari berbagai unsur, mulai dari kelompok tani dan KWT, perguruan tinggi seperti UGM dan Polbangtan Yoma, instansi pemerintah dan lembaga penelitian, hingga pelaku industri benih seperti East West Seed Indonesia, Syngenta, Advanta, serta komunitas pertanian dan hidroponik.
Kehadiran Pusat PVTPP mendapat respons positif dari para pengunjung. Hasil evaluasi terhadap 329 responden menunjukkan tingkat kepuasan publik lebih dari 98 persen pada aspek keramahan petugas maupun informasi yang disajikan.
Secara lebih rinci, aspek hospitality petugas booth memperoleh penilaian Sangat Baik dan Baik sebesar 98,8 persen, sedangkan informasi yang tersaji di booth mencapai 98,2 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan secara langsung dan interaktif mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Booth Pusat PVTPP dinilai ramah, komunikatif, informatif, serta mampu memberikan solusi atas kebutuhan informasi terkait varietas tanaman.
Sejumlah pengunjung juga menyampaikan aspirasi agar kegiatan serupa terus dilakukan. Masukan yang muncul antara lain penambahan paket sampel benih, variasi benih yang ditampilkan, penyediaan benih eceran dengan harga terjangkau, serta penambahan media audiovisual dan informasi mengenai produsen atau penangkar benih unggul terdaftar.
Keikutsertaan Pusat PVTPP dalam Jogja Benih Expo #2 menjadi bagian dari upaya memperkuat diseminasi informasi dan memastikan layanan pengelolaan varietas semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Perlindungan, pendaftaran, dan pelepasan varietas memiliki posisi strategis dalam memberikan kepastian hukum bagi pemulia tanaman, mendukung peredaran benih yang legal dan terstandar, serta mempercepat pemanfaatan varietas unggul hasil inovasi untuk mendukung produktivitas pertanian.
Dengan pendekatan pelayanan yang semakin interaktif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna, Pusat PVTPP terus mendorong terwujudnya layanan pengelolaan varietas yang mudah diakses, informatif, dan solutif, sekaligus memperkuat ekosistem industri benih nasional dalam mendukung swasembada pangan.
Dilihat 10 kali
Ikuti terus informasi terbaru
Supaya selalu up-to-date!