Pandeglang, 22 Oktober 2026 – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan swasembada pangan melalui pengembangan varietas unggul dan penyediaan benih bermutu yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pendaftaran lima varietas padi hasil pemuliaan, yaitu Wirapadi 9, Wirapadi 11, Wirapadi 33, Wirapadi 45, dan Wirapadi 52. Penyerahan tanda daftar dilaksanakan di kebun riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pandeglang.
Kelima varietas tersebut merupakan hasil kolaborasi BRIN dan PT Padi Indonesia Maju dari Grup Wilmar, dengan karakteristik berupa potensi daya hasil, rendemen beras, serta ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB).
Ketua Tim Kerja Pendaftaran Varietas Tanaman, Zakki, menjelaskan bahwa pendaftaran bertujuan mendokumentasikan identitas dan karakteristik varietas. Pendaftaran berbeda dari pelepasan varietas yang harus memenuhi persyaratan untuk peredaran dan pemanfaatan komersial, serta perlindungan varietas tanaman (PVT) yang memberikan hak kepada pemulia atas varietas yang memenuhi persyaratan.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan dunia usaha dan membuka peluang pengembangan inovasi pertanian. Sementara itu, Direktur PT Padi Indonesia Maju, Saronto, berharap pengembangan padi dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pendaftaran kelima varietas ini menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan inovasi padi.
Pemanfaatannya secara lebih luas tetap memerlukan pemenuhan persyaratan teknis dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk di dalamnya, klaim ketahanan terhadap penyakit dan kesesuaian terhadap kondisi kekeringan perlu didukung data pengujian yang relevan.
Di tengah perubahan iklim dan ancaman El Niño, pengembangan varietas perlu diikuti penyediaan benih bermutu, distribusi tepat sasaran, serta penerapan teknologi budidaya dan pengelolaan air yang sesuai dengan kondisi lahan. Sinergi pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha, penyuluh, dan petani diharapkan mampu memperluas pilihan varietas, mendukung peningkatan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Dilihat 7 kali
Ikuti terus informasi terbaru
Supaya selalu up-to-date!